Pernah merasa liquid mahal tapi rasanya hambar? Bisa jadi masalahnya bukan di liquid, tapi di coil vape yang kamu pakai. Banyak vapers belum paham apa itu coil dan bagaimana perannya dalam mengeluarkan rasa.
Padahal, setiap coil dan coil pod punya karakter berbeda yang sangat menentukan hasil hisap. Kalau salah pilih, rasa bisa tipis, cepat gosong, bahkan bikin liquid terasa aneh.
Di artikel ini, kamu bakal tahu cara memilih liquid yang tepat sesuai jenis coil biar setiap puff terasa maksimal.
Yang Cocok untuk Liquid Freebase
Liquid freebase dikenal punya rasa yang lebih bold dengan pilihan flavor yang sangat beragam. Kadar nikotinnya relatif rendah, biasanya di kisaran 3mg hingga 12mg.
Karena karakter rasanya kuat dan nikotinnya ringan, liquid freebase cocok untuk vapers yang suka eksplor banyak varian rasa. Umumnya, jenis liquid ini digunakan pada mod atau AIO berdaya besar.
Jika kamu masih menggunakan pod standar, liquid freebase kurang direkomendasikan, karena tidak akan keluar maksimal.
Baca Juga: Update Koleksi! 7+ Liquid Freebase yang Wajib Dicoba
Yang Cocok untuk Liquid Saltnic (Salt Nicotine)
Liquid salt nic memiliki karakter rasa yang lebih smooth, namun dengan kadar nikotin lebih tinggi, sekitar 15mg hingga 50mg.
Proses ekstraksi yang berbeda membuat liquid ini hanya cocok digunakan di device pod atau AIO tertentu yang mendukung salt nic.
Biasanya, liquid saltnic dikemas dalam botol 15ml sampai 30ml, meskipun ada juga versi 60ml.
Baca Juga: 7+ Rekomendasi Liquid Salt Nic 2026, Paling Banyak Dicari!
Yang Cocok untuk Liquid Pods Friendly
Liquid pods friendly berada di tengah-tengah antara freebase dan saltnic.
Jenis ini punya rasa yang tetap kuat, tapi teksturnya lebih halus dan kadar nikotinnya berada di level menengah, sekitar 9mg hingga 35mg.
Liquid ini cocok untuk pengguna AIO atau pod berdaya menengah yang menginginkan rasa nendang, tapi nikotinnya tidak terlalu keras.
Baca Juga: Best Seller! 7+ Liquid Pods Friendly Paling Banyak Dicari!
Jenis Ohm yang Cocok untuk Setiap Tipe Liquid
Ini adalah poin paling penting, dikarenakan ohm coil akan menentukan kecocokan liquid agar bisa digunakan dengan baik.
Ohm coil biasanya ditentukan oleh device, jika device itu pod yang powernya dibawah 18 watt, coilnya hanya sebatas 1.0-1.2 Ohm, dan itu cocok untuk salt nic atau pods friendly.
Lalu, untuk device pod yang memiliki power 40-50 watt, biasanya akan tersedia coil 0.3 Ohm, 0.6 Ohm, 0.8 Ohm hingga 1.2 Ohm untuk kriteria yang cocok yaitu freebase.
Di coil 0.6 Ohm dan 0.8 Ohm ke atas seperti 1.0 Ohm atau 1.2 Ohm cocok untuk salt nic dan pods friendly.
Namun jika device tersebut mendukung hingga power 80 watt, maka biasanya akan ada coil 0.2 Ohm, 0.16 Ohm, dan 0.15 Ohm, untuk tipe coil ini sudah pasti cocok untuk liquid freebase.
Jadi, kesimpulannya jika coil diatas 0.6 Ohm seperti 0.8 Ohm, 1.0 Ohm dan 1.2 Ohm itu cocok untuk liquid salt nic atau pods friendly berlaku juga untuk cartridge coil yang sudah menyatu, lalu untuk coil dibawah 0.6 Ohm seperti 0.4 Ohm, 0.3 Ohm, 0.2 Ohm, dan 0.15 Ohm, itu cocok untuk freebase.
Rekomendasi Device Pod
Berikut ini adalah beberapa rekomendasi device pod paling enak rekomendasi dari vapeboss, diantaranya:
1. Oxva Xlim Pro 2 DNA

Kalo pod Oxva Xlim Pro 2 ini cocok buat kamu yang mengandalkan kualitas dan experience dalam vaping, karena kalo dibilang pod murah juga enggak. Harganya sekitar 480 ribu.
Namun fiturnya sangat kompleks dengan teknologi DNA pertama yang belum pernah digunakan di pod manapun sebelumnya. Rasanya sangat berbeda kalo dibandingkan dengan pod biasanya, pastinya lebih berflavor dan bold.
Oxva Xlim Pro 2 DNA juga memiliki fitur anti burn dan flavor replay yang membuat kualitas vapingmu lebih maksimal. Dijamin kalo kamu pake pod ini, semua liquid yang kamu gunakan akan terasa lebih enak dan mantap.
Baca Review Lengkap Oxva Xlim Pro 2 DNA disini
2. San Dynasty Pod

Punya pod yang bentuknya mirip banget kayak AIO kapan lagi nih? Kali ini ada pod terbaru hasil kolaborasi antara Gerobak Vapor dan Orca Vapor yaitu San Dynasty Pod.
San Dynasty Pod sendiri punya beberapa part terpisah seperti panel yang bisa diganti, baterai yang bisa dilepas pasang, serta adjustable airflow yang bisa kamu sesuaikan untuk gaya vaping MTL maupun DTL.
Dengan baterai 1000mAh serta daya maksimal sebesar 30W, San Dynasty pod punya desain yang modern dan elegan layaknya AIO versi mini. Pod terbaru yang satu ini bisa kamu dapatkan di seluruh vapestore dengan harga Rp 330.000.
3. Vaporesso XROS 5 Mini

Pod yang bagus tapi murah dengan build quality yang kokoh, disini ada Vaporesso XROS 5 Mini. Bentukannya pod stik yang simple dan nyaman banget di genggaman.
Vaporesso XROS 5 Mini termasuk pod yang simple, karena gak ada firing button maupun display layar responsif. Cuman ada adjustable airflow di body samping, indikator baterai di body tengah, dan port USB type-c di sampingnya juga.
Kalo soal cartridge, gak perlu khawatir karena Vaporesso XROS 5 Mini ini terkenal dengan cartridge yang badak dan tahan lama. Selain itu resistensinya juga lengkap 1.0 Ohm hingga 0.8 Ohm yang gampang banget didapatkan di semua vape store. Harganya cuman 200 ribu aja.
Baca Juga: Review Vaporesso XROS 5 Mini Bundling Seru
Penutup
Sekarang kamu sudah tahu bahwa rasa liquid tidak hanya ditentukan oleh merek atau harga, tapi juga oleh kecocokannya dengan coil vape yang digunakan. Salah pilih resistensi bisa bikin rasa hambar, cepat gosong, bahkan bikin liquid terasa aneh.
Mulai sekarang, sesuaikan jenis liquid, kadar nikotin, dan nilai ohm coil dengan device yang kamu pakai. Dengan kombinasi yang tepat, setiap puff akan terasa lebih nikmat, lebih awet, dan tentunya lebih memuaskan.
Jangan sampai salah coil lagi karena rasa enak itu soal kecocokan, bukan kebetulan.
Baca Artikel Lainnya
Tips Memilih Jenis Liquid yang Cocok dengan Cartridge Pod 0.4, 0.6, 0.8 Ohm!





